Siak Hulu, Kampar – Program Pengabdian kepada Masyarakat kembali dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Lancang Kuning yang beranggotakan Sri Wahyuni, M.Si., Dr. Jeni Wardi, dan Gusmarila Eka Putri, M.Ak. dengan mengusung tema pelatihan pembuatan ecoprint di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal menjadi produk bernilai jual dan ramah lingkungan.

Desa Buluh Cina dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan alam yang melimpah. Terletak tidak jauh dari pusat Kota Pekanbaru, desa ini berada pada kawasan dataran rendah dengan tanah yang subur dan didominasi oleh area perkebunan. Hal ini menjadikan hasil pertanian dan perkebunan sebagai sektor yang sangat menunjang kesejahteraan masyarakat setempat. Selain itu, Desa Buluh Cina juga menjadi lokasi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina seluas 1.000 hektare, yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.468/IX/2006. Potensi wisata alam tersebut menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan flora dan fauna khas Riau.

Melimpahnya sumber daya flora memberikan peluang besar bagi warga untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Salah satu produk inovatif yang diperkenalkan melalui kegiatan pengabdian ini adalah ecoprint, yaitu teknik menghasilkan motif pada kain atau media lain menggunakan pewarna alami dari daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya. Metode ini tidak menggunakan bahan kimia berbahaya sehingga ramah lingkungan dan sejalan dengan konsep pariwisata hijau yang telah berkembang di desa tersebut.

Ketua tim pelaksana (Sri Wahyuni, M.Si.) menjelaskan bahwa pelatihan ecoprint dipilih karena berpotensi menjadi peluang usaha baru dan menambah ragam suvenir lokal bagi wisatawan. “Desa Buluh Cina memiliki potensi alam luar biasa dan sudah dikenal sebagai kawasan wisata. Melalui pelatihan ecoprint, kami ingin membantu masyarakat melihat peluang usaha kreatif berbasis sumber daya lokal yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan,” ujar beliau.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep produk ramah lingkungan dan ecoprint, termasuk jenis tumbuhan yang dapat digunakan serta teknik dasar pembuatannya. Selanjutnya, peserta diberikan demonstrasi langkah demi langkah proses pembuatan ecoprint. Para peserta juga mengikuti sesi praktik langsung untuk menghasilkan karya ecoprint mereka sendiri. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, panitia memberikan pretest sebelum materi disampaikan dan posttest setelah pelatihan selesai guna melihat peningkatan pemahaman peserta.

Masyarakat Desa Buluh Cina menyambut antusias kegiatan ini. Banyak peserta yang menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru tentang cara memanfaatkan sumber daya alam secara kreatif. Produk ecoprint yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi suvenir khas dan meningkatkan daya tarik wisata Desa Buluh Cina.

Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, diharapkan potensi lokal Desa Buluh Cina semakin optimal dan mampu menciptakan peluang ekonomi baru berbasis keberlanjutan lingkungan. Pelatihan ecoprint menjadi langkah nyata dalam memberdayakan masyarakat sekaligus memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata berbasis alam dan kreativitas.

By uvdona