
PEKANBARU – Guna menjawab tantangan era digital, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lancang Kuning (UNILAK) menyelenggarakan pelatihan bahasa pemrograman Python bagi siswa-siswi SMK Migas Inovasi Riau. Kegiatan yang merupakan implementasi nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi ini bertujuan memperkuat literasi digital sekaligus membangun pola pikir komputasional (computational thinking) yang kian esensial di dunia kerja.
Pelaksanaan pelatihan mengedepankan pendekatan teoritis dan praktis. Para peserta tidak hanya mendapat pengantar konsep dasar teknologi informasi, aplikasi program, database, dan penanganan data, tetapi juga langsung menerapkannya melalui latihan studi kasus. Dengan perangkat lunak yang telah disiapkan, para siswa didampingi secara intensif oleh narasumber selama proses pengerjaan.
“Kami mendesain kegiatan agar interaktif dan aplikatif. Metode yang digunakan beragam, mulai dari diskusi, simulasi, demonstrasi, hingga sesi tanya jawab dan penugasan langsung. Melalui pola ini, diharapkan siswa tidak sekadar paham teori, tetapi juga terbiasa menulis kode (coding) dan menyelesaikan masalah pemrograman sesuai materi,” jelas Taslim, M.Kom., MTA, selaku ketua tim pelaksana.
Tim yang beranggotakan Susi Handayani, S.E., M.Kom., Ak., dan Dr. Yuhelmi, M.Kom., menargetkan sejumlah capaian signifikan. Di antaranya peningkatan keterampilan teknologi, tumbuhnya minat pada bidang digital, serta penguatan kemampuan kognitif seperti logika, kreativitas, dan problem-solving. Aspek kolaborasi dan keterampilan sosial peserta juga menjadi fokus perhatian.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini dirancang memiliki dampak berkelanjutan. Tim UNILAK mengarahkan luaran berupa publikasi di media massa dan jurnal ilmiah, peningkatan keterampilan nyata peserta, serta penyusunan draf buku atau bahan ajar yang dapat mendukung proses pembelajaran ke depannya.
“Ini adalah kontribusi nyata kampus untuk mempersiapkan generasi muda, khususnya siswa SMK, agar lebih siap dan kompetitif menghadapi revolusi industri. Penguasaan bahasa pemrograman seperti Python menjadi bekal berharga di berbagai sektor pekerjaan saat ini,” tutup Taslim.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, yang berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa di bidang teknologi informasi.