PEKANBARU – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak lagi terbatas pada bidang komputasi. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu juga mulai dituntut memahami bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk membaca data dan mendukung kegiatan akademik sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Lancang Kuning menggelar pelatihan AI dan analisis data bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Institut Imsya Indonesia, Pekanbaru, pada 2 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 16 mahasiswa dan dilaksanakan melalui penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, serta latihan berbasis data.

Pelatihan diarahkan agar mahasiswa tidak hanya mengenal AI sebagai aplikasi untuk mencari informasi atau membantu menyusun teks. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan data dalam konteks yang dekat dengan bidang Ekonomi Syariah, seperti perbankan syariah, Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS), serta pengelolaan ZISWAF.

Salah satu anggota tim pelaksana, Syahtriatna, mengatakan pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa perlu diarahkan lebih jauh dari sekadar penggunaan aplikasi generatif.

“Mahasiswa saat ini sudah cukup familiar dengan berbagai aplikasi AI. Tantangannya adalah bagaimana mereka memahami bahwa AI juga berkaitan dengan data, cara membaca informasi, melihat pola, dan menggunakannya sesuai dengan konteks keilmuan yang mereka pelajari,” ujarnya.

Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan pada dataset simulasi kelayakan pembiayaan bank syariah yang terdiri atas 100 data. Dataset tersebut memuat sejumlah variabel, antara lain usia, pekerjaan, pendapatan bulanan, plafon pengajuan pembiayaan, Debt Service Ratio (DSR), skor histori SLIK, aktivitas digital, Loan-to-Value (LTV), serta lama bekerja atau menjalankan usaha.

Melalui data tersebut, mahasiswa belajar mengenali struktur data, memahami fungsi setiap variabel, membaca informasi, serta melihat bagaimana data dapat disajikan dalam bentuk visual yang lebih mudah dipahami. Pelatihan tidak diarahkan pada pembuatan algoritma atau model AI yang kompleks, melainkan pada penguatan pemahaman dasar mengenai hubungan antara AI, data, dan pengambilan keputusan.

Pemahaman peserta dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 87,81 menjadi 91,88. Nilai median juga meningkat dari 92,50 menjadi 95, sementara nilai terendah naik dari 45 menjadi 70. Penyebaran nilai peserta menjadi lebih merata setelah pelatihan, ditandai dengan penurunan standar deviasi dari 13,90 menjadi 8,34.

Menurut tim pelaksana, hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan lebih banyak berperan dalam memperkuat pemahaman yang sebelumnya telah dimiliki peserta. Sebagian besar mahasiswa memang telah memiliki pengetahuan awal yang cukup baik tentang AI, namun masih memerlukan penguatan untuk menghubungkannya dengan penggunaan data dalam persoalan ekonomi syariah.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan dukungan Universitas Lancang Kuning melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dalam skema pendanaan APBU. Tim pelaksana terdiri atas Susi Handayani, Taslim, dan Syahtriatna dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning.

By uvdona