Pekanbaru, Sebagai bentuk wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Fasilkom Universitas Lancang Kuning melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat kepada civitas akademika SMKN 8 Pekanbaru berupa pelatihan pengenalan bahasa pemograman Python. Hal ini juga merupakan salah satu upaya mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. Pelatihan ini ditujukan kepada para siswa-siswi untuk meningkatkan kompetensi digital dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era teknologi.
Pelatihan yang diadakan di Labor Komputer Fakultas Ilmu Komputer, berfokus pada pengenalan dasar-dasar pemrograman Python, serta aplikasinya dalam berbagai bidang seperti data analitik, kecerdasan buatan (AI), dan pengembangan aplikasi. Python, yang dikenal dengan sintaksisnya yang sederhana dan fleksibel, telah menjadi bahasa pemrograman yang sangat populer di kalangan programmer dan datascientis.
“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal keterampilan teknis yang dapat dimanfaatkan oleh peserta dalam mengembangkan berbagai solusi teknologi. Dengan menguasai Python, kita tidak hanya meningkatkan kemampuan digital, tetapi juga membuka peluang baru di dunia kerja yang semakin bergantung pada teknologi,” ujar Roki Hardianto, yang juga seorang praktisi di bidang teknologi serta ketua tim Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan ini beranggotakan dosen dengan multidisiplin ilmu yakni Roki Hardianto, M.Kom dari Program Studi Teknik Informatika, Wirdahchoiriah, M.Kom dari Program Studi Sistem Informasi dan Muammar Revno Ohara, M.Ikom dari Program Studi Bisnis Digital serta 3 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer.

Para peserta sangat antusias mengikuti sesi pelatihan, hal ini terlihat dari sesi diskusi yang dilaksanakan pasca sesi materi dari narasumber Roki Hardianto, M.Kom. Sejumlah peserta mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kesempatan untuk belajar langsung dari kegiatan ini.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam membekali kami dengan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di sekolah. Python adalah bahasa yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia industri saat ini,” kata salah satu peserta pelatihan, Icha Abigael saat ditemui setelah kegiatan pelatihan.
Dengan berbagai tantangan dalam dunia pendidikan Indonesia, inisiatif seperti ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing secara global. Pelatihan semacam ini diharapkan tidak hanya berhenti pada satu kegiatan, tetapi juga berkelanjutan.
