PEKANBARU — Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar pelatihan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk analisis data kesehatan di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru pada 2 Oktober 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Dwi Sapta Aryantiningsih, M.Kes., Dekan Fakultas Kesehatan dan Informatika Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Pelatihan diarahkan untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap pemanfaatan AI, tidak hanya untuk kebutuhan generatif, tetapi juga untuk mendukung proses analisis data yang lebih terstruktur.

Sebelum pelatihan dimulai, tim pelaksana melakukan pemetaan awal terhadap pengalaman peserta. Sebanyak 86 respons berhasil dihimpun. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sudah cukup familiar dengan aplikasi AI generatif seperti ChatGPT atau Gemini. Namun, penggunaan AI untuk tugas prediktif dan analisis data kesehatan masih belum banyak dilakukan. Kondisi ini kemudian menjadi dasar bagi tim untuk lebih menekankan materi yang bersifat praktis dan berkaitan langsung dengan pengolahan data kesehatan.

Pelatihan menggunakan Orange, perangkat lunak analisis data berbasis visual yang memungkinkan pengguna menyusun alur analisis tanpa harus menulis kode program secara langsung. Dalam sesi praktik, peserta menggunakan laptop masing-masing dan mengikuti tahapan yang diperagakan oleh tim pelaksana, mulai dari memasukkan data, mengenali variabel, melakukan eksplorasi, membuat visualisasi, menyusun workflow sederhana, hingga membaca hasil analisis. Selama proses berlangsung, tim juga memberikan pendampingan kepada peserta yang mengalami kendala dalam mengoperasikan perangkat lunak, menghubungkan komponen workflow, maupun memahami keluaran analisis.

Ketua tim pelaksana, Taslim, mengatakan pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa perlu diarahkan lebih jauh dari sekadar penggunaan aplikasi secara umum. Menurutnya, mahasiswa perlu mulai melihat AI sebagai alat yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan akademik, termasuk dalam pengolahan dan analisis data.

“Mahasiswa saat ini sudah cukup familiar dengan berbagai aplikasi AI. Tantangannya adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan secara lebih terarah untuk membantu proses analisis data, khususnya data yang berkaitan dengan bidang kesehatan,” ujarnya.

Taslim menambahkan, Orange dipilih karena antarmukanya berbasis visual dan relatif mudah diikuti oleh peserta yang tidak memiliki latar belakang pemrograman. Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat lebih fokus memahami alur analisis, hubungan antarvariabel, visualisasi data, serta hasil yang diperoleh dari proses pengolahan data. Pelatihan juga memperkenalkan penggunaan dataset kesehatan publik sebagai bahan latihan agar peserta terbiasa bekerja dengan data yang relevan dengan bidang studinya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman awal dalam menggunakan AI untuk mendukung analisis data kesehatan secara lebih sistematis. Kegiatan serupa ke depan dapat dikembangkan melalui penggunaan dataset yang lebih beragam, latihan yang lebih mendalam, serta workflow analisis yang lebih kompleks agar peserta semakin terbiasa melakukan analisis secara mandiri.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana atas kerja sama Universitas Lancang Kuning dengan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Universitas Lancang Kuning melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dalam skema APBU.

By uvdona