oplus_2097152

PEKANBARU — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning (Fasilkom Unilak) melatih 33 guru dan tenaga kependidikan SMAN 16 Pekanbaru menggunakan aplikasi Computer Assisted Test (CAT) berbasis kecerdasan buatan untuk kebutuhan ujian digital. Pelatihan berlangsung dua hari, Jumat hingga Sabtu, 22–23 Mei 2026, di Laboratorium Komputer SMAN 16 Pekanbaru, Jalan Pramuka Ujung, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur.

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan program pengabdian berjudul “Pelatihan Menggunakan Aplikasi CAT untuk Kebutuhan Ujian Berbasis Digital di SMAN 16 Pekanbaru dengan Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Mewujudkan Sekolah Model di Riau”. Di lingkungan sekolah, agenda itu dikemas dalam Workshop Peningkatan Kompetensi Guru SMAN 16 Pekanbaru melalui Terampil Literasi, Numerasi, dan Artificial Intelligence.

Kepala SMAN 16 Pekanbaru, Dr. Hj. Nurhafni, M.Pd, membuka kegiatan tersebut di Perpustakaan Digital Cahaya Hati. Ia menilai penguasaan teknologi evaluasi menjadi syarat bagi sekolahnya untuk melangkah sebagai sekolah model di Riau.

“Kami ingin guru-guru SMAN 16 tidak sekadar mengenal teknologi, tetapi benar-benar memakainya dalam pekerjaan sehari-hari, termasuk saat ujian. Pendampingan dari perguruan tinggi seperti ini sangat kami butuhkan,” kata Nurhafni.

Ketua tim pengabdian, Roki Hardianto, S.Kom., M.Kom., MTA, mengatakan pelatihan berangkat dari persoalan yang ditemukan tim saat observasi awal di sekolah mitra. Menurut dia, sebagian besar guru masih mengandalkan formulir daring sederhana yang belum memiliki pengaman khusus.

“Dari pemetaan kami, 65 persen guru mengeluhkan potensi kecurangan pada ujian daring, pengolahan nilai masih memakan waktu tiga sampai lima hari kerja, dan pemahaman guru soal penerapan AI dalam sistem CAT masih di bawah 30 persen. Itu yang kami bereskan lewat workshop ini,” ujar Roki, yang juga Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fasilkom Unilak.

Pada sesi pertama, peserta menerima materi konsep literasi dan numerasi digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Roki juga memaparkan tiga pendekatan pembelajaran—pedagogi, andragogi, dan heutagogi—sebagai dasar penyusunan instrumen evaluasi yang sesuai dengan karakter peserta didik.

Sesi berikutnya berlangsung sebagai praktik langsung. Dengan laptop masing-masing, para guru mencoba aplikasi CAT SmartQuiz mulai dari mengelola data guru, siswa, dan pengawas; menyusun bank soal; mengatur jadwal ujian; hingga mencetak kartu ujian peserta secara otomatis.

Tim pengabdi memperkenalkan pula fitur pengamanan ujian berupa penguncian peramban (lock-down browser) serta pengawasan otomatis berbasis pengenalan wajah dan deteksi objek melalui kamera perangkat. Adapun hasil ujian diproses sistem secara otomatis dan ditampilkan dalam dasbor berisi distribusi nilai, tingkat kesukaran soal, dan reliabilitas instrumen.

“Kalau penilaian dan analisis butir soal dikerjakan sistem, waktu guru bisa dialihkan untuk memperbaiki cara mengajar. Target kami efisiensi pengolahan nilai naik hingga 70 persen,” kata Roki.

Selain Roki sebagai narasumber, tim pengabdian beranggotakan Muammar Revnu Ohara, S.I.Kom., M.I.Kom, yang menangani dokumentasi dan pelaporan, serta Wirdahchoiriah, M.Kom, yang menyiapkan luaran kegiatan. Tim turut melibatkan mahasiswa Fasilkom Unilak sebagai bagian dari pengalaman belajar di luar kampus.

Usai pelatihan, tim menyiapkan pendampingan lanjutan berupa uji coba sistem pada penilaian harian, penyerahan modul dan standar operasional prosedur pelaksanaan ujian digital, serta pembentukan tim kecil guru di sekolah yang akan menjadi mentor bagi rekan sejawat.

Hasil kegiatan ini direncanakan dipublikasikan pada jurnal pengabdian kepada masyarakat terakreditasi serta media massa sebagai luaran wajib program.

oplus_2097184

By uvdona