Site icon Media Pembelajaran

Technopreneurship Pendidikan Pembelajaran AI Berbasis Koding, KA Inofatif dalam Pencapaian Literasi Teknologi

PEKANBARU – Tim dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar pelatihan pembelajaran kecerdasan artifisial (KA) berbasis koding bagi siswa SMK Negeri 7 Pekanbaru, Jumat (25/9/2026). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Technopreneurship Pendidikan Pembelajaran AI Berbasis Koding, KA Inovatif dalam Pencapaian Literasi Teknologi” ini diikuti 38 siswa kelas XI jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) dan berlangsung sehari penuh di laboratorium komputer sekolah.

Tim pengabdian dipimpin Dr. Zamzami, M.Kom., MTA bersama Didik Siswanto, M.Kom., MTA, Dr. H. Lasri Nijal, Lc., M.H., MTA, Afrizona Niken Trisna, Sri Wahyuni, Bayu Febriadi, Rudi Pardede, dan Agusviyanda. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi siswa, yaitu kemampuan memahami, menggunakan, dan turut mengembangkan teknologi, bukan sekadar menjadi penggunanya.

Sekilas Kegiatan
Tema Technopreneurship Pendidikan Pembelajaran AI Berbasis Koding
Waktu Jumat, 25 September 2026
Tempat Laboratorium Komputer SMK Negeri 7 Pekanbaru
Peserta 38 siswa kelas XI TJKT
Materi Blockly Games (7 level) dan Napkin AI
Pelaksana Tim Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning, diketuai Dr. Zamzami, M.Kom., MTA

 

Dari Balok Warna ke Logika Program

Para siswa sebelumnya sudah mengenal pembelajaran koding. Karena itu, pelatihan difokuskan pada pendalaman: bagaimana memanfaatkan KA dan mengembangkan kemampuan koding untuk membuat karya baru, seperti permainan.

Materi pertama menggunakan Blockly Games, permainan edukasi pemrograman visual yang bisa dibuka langsung di peramban web tanpa instalasi dan tanpa login. Alih-alih menulis kode, siswa menyusun balok perintah berwarna untuk melatih berpikir komputasional, yaitu kemampuan memecahkan masalah secara terstruktur dan logis. Setiap kali susunan balok benar, sistem langsung memberi tanda hijau atau notifikasi sukses.

Pembelajaran dilakukan bertahap melalui tujuh level, mulai dari yang paling mudah hingga tingkat mahir, seperti terlihat pada tabel berikut.

Tujuh Level Blockly Games yang Dipelajari Siswa

Level Aktivitas Peserta Konsep yang Dipelajari
1. Teka-teki (Puzzle) Memasang gambar hewan, jumlah kaki, dan ciri-cirinya Struktur blok data sederhana
2. Labirin (Maze) Menyusun blok arah (maju, belok kiri/kanan) agar karakter sampai ke tujuan Urutan (sequence) dan perulangan (loop)
3. Burung (Bird) Membantu burung terbang ke sarangnya dengan blok kondisi Kondisi bersyarat (if/else)
4. Kura-kura (Turtle) Menggunakan blok perintah menggambar Sudut dan koordinat geometri
5. Film (Movie) Mengatur koordinat dan animasi objek di layar Koordinat dan animasi
6. Musik (Music) Menyusun blok nada Pola dan sekuens suara
7. Kolam (Pond) Mengendalikan karakter bebek dalam permainan strategi melawan komputer Logika tingkat lanjut dan strategi

Napkin AI: Merancang Permainan dengan Bantuan AI

Pada materi kedua, siswa dikenalkan dengan Napkin AI, platform berbasis KA yang mengubah teks menjadi visual seperti diagram alur dan flowchart. Siswa memakainya untuk merancang alur atau skenario permainan, lalu membuat visualisasi dan laporannya.

Tim juga mengingatkan bahwa hasil buatan AI perlu diperiksa karena bisa memuat data yang tidak valid atau salah tulis. Dengan begitu, siswa dilatih memakai AI sebagai alat bantu, bukan sebagai sumber yang otomatis benar.

Didampingi Langsung di Laboratorium

Selama praktik, tim pengabdian berkeliling ruang laboratorium untuk memantau pekerjaan siswa dan membantu mereka yang mengalami kesulitan. Pelatihan ini menambah pemahaman siswa dalam merancang dan membuat permainan berbasis koding dan KA, sekaligus memperluas wawasan mereka tentang pemanfaatan KA.

Bekal Technopreneurship

Menurut tim, penguasaan logika dasar koding menjadi bekal bagi siswa untuk melangkah ke bahasa pemrograman berbasis teks dan ke pengembangan produk digital, yang merupakan inti dari technopreneurship atau kewirausahaan berbasis teknologi. Karena Blockly Games tidak memerlukan instalasi, sekolah dan siswa juga dapat melanjutkan latihan secara mandiri.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kerja sama antara Universitas Lancang Kuning dan SMK Negeri 7 Pekanbaru. Ke depan, kegiatan lanjutan direncanakan berupa pengenalan bahasa pemrograman berbasis teks dan pengembangan proyek digital bersama siswa.

Exit mobile version