Pekanbaru — Untuk mendorong kesiapan tenaga pendidik menghadapi era transformasi digital, tim dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar pelatihan pengenalan Artificial Intelligence (AI) dan dasar pemrograman Python di SMA Negeri 16 Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung secara tatap muka selama dua hari dan diikuti oleh 20 guru dari berbagai bidang studi.
Pelatihan ini bertujuan membekali para guru dengan wawasan dasar seputar konsep AI, pemanfaatan Python sebagai bahasa pemrograman utama dalam pengembangan teknologi AI, serta penggunaan Google Colaboratory (Colab) sebagai media praktikum pemrograman berbasis cloud.
Ketua tim pengabdian, Fajrizal, M.Kom, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan teknologi digital di lingkungan sekolah. “Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dengan pelatihan ini, kami ingin membuka akses awal agar mereka lebih siap mengenali dan menerapkan teknologi kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Selama kegiatan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, namun juga mengikuti sesi praktik langsung, mulai dari menulis kode Python hingga menjalankan program sederhana di Google Colab. Melalui metode interaktif, peserta diajak memahami cara kerja dasar AI dalam bentuk klasifikasi data dan pengenalan pola sederhana.
Kepala SMA Negeri 16 Pekanbaru, dalam sambutannya, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi perhatian Unilak yang telah memberikan kesempatan kepada guru-guru kami untuk meningkatkan kompetensi di bidang teknologi. Ini adalah langkah penting untuk menghadapi tuntutan zaman,” katanya.
Berdasarkan evaluasi akhir, para peserta menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, khususnya terkait penggunaan Python yang berhasil dipahami seluruh peserta. Para guru juga menyampaikan antusiasme tinggi untuk mengikuti program lanjutan di masa depan.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi saya. Ternyata coding dan AI bisa diajarkan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ujar salah satu peserta pelatihan.
Tim dosen berharap kegiatan ini dapat menjadi tahap awal penguatan literasi digital di kalangan pendidik, sekaligus membuka peluang bagi sekolah-sekolah di Pekanbaru untuk lebih aktif dalam mengadopsi teknologi AI sebagai bagian dari inovasi pembelajaran.
Dengan adanya kegiatan ini, SMA Negeri 16 Pekanbaru diharapkan dapat menjadi salah satu pionir dalam pemanfaatan teknologi AI di dunia pendidikan tingkat menengah di Kota Pekanbaru.