Pekanbaru – Universitas Lancang Kuning bersama Institut Kesehatan Payung Negeri menjalin kolaborasi dalam kegiatan pelatihan bertajuk “Pengenalan Kecerdasan Artificial dalam bidang kesehatan” bagi dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi digital serta meningkatkan pemahaman dasar mengenai konsep kecerdasan artificial dan penerapannya dalam bidang kesehatan serta pendidikan tinggi.
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2025 di Kampus Institut Kesehatan Payung Negeri, Pekanbaru. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan dari berbagai program studi.
Acara dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Dr. Dwi Sapta Aryantiningsih, M.Kes., Dekan Fakultas Kesehatan dan Informatika Institut Kesehatan Payung Negeri, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi era digitalisasi. “Pemanfaatan kecerdasan artificial dalam bidang kesehatan tidak hanya membantu efisiensi kerja, tetapi juga meningkatkan akurasi analisis data dan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, penguasaan teknologi ini menjadi keterampilan penting bagi pendidik dan peneliti di masa kini,” ujarnya.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi sederhana agar peserta dapat memahami prinsip kerja kecerdasan artificial secara konseptual. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan data kesehatan, pemahaman algoritma prediksi, klasifikasi, dan clusterisasi, serta penerapan teknologi cerdas dalam mendukung kegiatan akademik dan penelitian.
Ketua tim pengabdian dari Universitas Lancang Kuning, Taslim, M.Kom, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antarperguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan kesehatan. Ia menegaskan bahwa penerapan kecerdasan artificial memiliki peran strategis dalam pengembangan riset medis dan pengelolaan informasi kesehatan. “Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antarinstitusi dalam memperkuat kesiapan menghadapi transformasi digital, khususnya di dunia pendidikan tinggi. Kecerdasan artificial berpotensi membantu analisis penyakit, pengolahan data pasien, dan mendukung proses pembelajaran berbasis data yang lebih akurat dan efisien,” tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan penyerahan piagam kepada seluruh peserta. Kedua institusi menyatakan komitmen untuk melanjutkan kerja sama dalam kegiatan pelatihan lanjutan yang berfokus pada praktik pengolahan data dan penerapan algoritma sederhana. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan pendidikan kesehatan yang inovatif dan berbasis teknologi di Provinsi Riau.